Mengorganisir Tim

Langkah selanjutnya adalah mengorganisir tim. Berapa banyak jumlah pemain dalam tim? Apa yang akan menjadi kewajiban mereka? Peraturan internal apa yang akan diterapkan? Sumber daya apa yang tersedia (fasilitas, ring basket, bola, dll)?

Pemain

Mengorganisir tim akan sangat bergantung pada jumlah pemain yang ada. Bagaimanapun, jika membicarakan tentang pemain kanak-kanak, pelatih seharusnya mempunyai pemikiran sebagai berikut:
  • Siapa saja yang tertarik bermain basket seharusnya diberikan kesempatan untuk bermain, jika perlu, dua tim atau lebih dapat dibentuk sehingga semuanya mempunyai kesempatan yang sama.
  • Jumlah pemain dalam tiap tim seharusnya cukup, jangan terlalu banyak, sehingga tidak menghambat partisipasi semua pemain untuk mengikuti kegiatan-kegiatan latihan.
  • Tingkat kemampuan pemain dalam satu tim seharusnya tidak berbeda terlalu jauh. Pengelompokkan tersebut akan lebih bermanfaat bagi semua pemain, daripada mengikutsertakan pemain dengan tingkat kemampuan yang berbeda ke dalam sebuah tim.
  • Jika memungkinkan, tim mini-basketball (dan kadang-kadang juga tim yang terdiri dari pemain berusia 13-14 tahun) seharusnya terdiri dari pemain yang sudah saling mengenal dan berbagi aktivitas (misalnya, anak-anak dari kelas belajar yang sama, atau anak-anak yang biasa bermain bersama, dll).Kewajiban Pemain
Pelatih harus memikirkan kewajiban para pemain dan memutuskan kewajiban apa yang paling penting. Kapan kegiatan latihan dilakukan? Berapa hari tim berlatih dalam seminggu? Berapa banyak pertandingan yang akan dilakukan? Apakah pertandingan dilakukan di akhir minggu? Apakah para pemain juga harus melakukan perjalanan jauh untuk melakukan pertandingan? Dan seterusnya.

Hal-hal tersebut di atas merupakan pertimbangan-pertimbangan penting karena dalam kebanyakan kasus, kewajiban pemain tidak dibuat cukup jelas atau pelatih menerapkan peraturan yang beberapa pemainnya tidak mampu mematuhinya. Cepat atau lambat hal ini akan menyebabkan masalah serius yang berdampak pada kerja sama tim.

Pelatih seharusnya membentuk peraturan yang sesuai untuk tim yang dilatihnya daripada menerapkan peraturan yang berhasil diterapkan oleh tim lain, karena tepat untuk tim lain belum tentu tepat untuk tim kita.

Salah satu aspek dalam olahraga yang sangat penting untuk memenuhi sasaran pembentukan pemain muda adalah bahwa mereka menerima dan mampu memenuhi komitmen mereka. Komitmen yang ada harus beralasan, didasarkan pada usia pemain dan karakteristik-karakteristik lainnya, tetapi yang paling penting adalah pemain mampu membuat komitmen dan memenuhinya.

Untuk alasan tersebut, tidak tepat mengorganisir tim di mana para pemain akan berlatih atau bermain sesuka mereka atau ketika sedang tidak ada kegiatan lain. Dan juga, peraturan yang tidak dapat dipatuhi para pemain seharusnya tidak diterapkan.

Dalam kebanyakan kasus, akan menjadi hal yang sangat bagus jika pelatih berkomunikasi dengan pemain, melibatkan mereka dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan peraturan tim. Jika pelatih dan pemain memutuskan peraturan secara bersama-sama, para pemain akan merasa lebih terikat dengan komitmen.

Bagaimanapun, pelatih dapat menentukan kewajiban yang menurutnya penting, terutama jika tim tersebut terdiri dari pemain berusia 13-14 tahun atau lebih. Misalnya, jika pelatih merasa tim harus berlatih setidaknya tiga hari dalam seminggu dan mempertimbangkan bahwa peraturan ini memungkinkan untuk diterapkan, pelatih tersebut seharusnya mengusulkan peraturan tersebut kepada para pemain atau bahkan juga kepada para orang tua, menjelaskan alasan dan tujuan.

Peraturan Internal

Peraturan internal adalah elemen penting dalam tim. Sebagaimana kewajiban pemain, sangat disarankan peraturan internal tidak terlalu banyak dan sesuai untuk pemain, peraturan tersebut harus didefinisikan dengan jelas dan seharusnya tidak menimbulkan keraguan, atau konflik ketika diterapkan. Jelasnya, peraturan tersebut harus sesuai dengan keadaan dari masing-masing tim.
Misalnya, peraturan internal yang dapat diterapkan adalah pemain harus siap untuk berlatih pada waktu yang telah ditentukan, datang satu jam sebelum pertandingan dan berpakaian dengan baik, bergiliran mengumpulkan bola saat latihan selesai, dll.
Peraturan juga dapat diterapkan pada mini-basketball, berkaitan dengan partisipasi pemain dalam permainan. Misalnya, sistem rotasi dapat diterapkan sehingga semua anak akan mempunyai kesempatan bermain.

Untuk tim mini-basketball, peraturan dapat juga diterapkan untuk mengatur perlakuan orang tua. Misalnya, orang tua dilarang memberikan pengarahan kepada anak-anak atau duduk bersama dengan tim.

Sumber Daya yang Tersedia

Pelatih harus tahu sumber daya yang ada (lapangan, bola, ring basket, dll) sehingga dapat menggunakan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya dan menggunakan imajinasinya untuk mengatasi kekurangan fasilitas.

Pertama, pelatih harus memanfaatkan fasilitas yang ada. Misalnya, jika terdapat empat ring basket, maka sebaiknya gunakan empat ring tersebut daripada hanya dua ring.

Kedua, seringkali ketika melatih fasilitas yang ada sangat terbatas (bola sedikit, sewa lapangan singkat, hanya terdapat setengah lapangan saja, lapangan outdoor, dll). Untuk alasan tersebut, pelatih harus kreatif menggunakan imajinasinya untuk mengatasi keterbatasan.
Misalnya, jika bola yang tersedia sangat sedikit, kombinasikan drill dengan bola dan tanpa bola, mencoba suatu drill yang seharusnya memerlukan bola dengan tanpa menggunakan bola bisa jadi sangat menarik. Pelatih seharusnya tidak menyerah begitu saja terhadap keterbatasan. Jangan biarkan pemain berjajar terlalu panjang untuk mengantre mendapat giliran memegang bola.
Misalnya, jika tim hanya bisa menggunakan lapangan basket dua hari dalam seminggu, maka pelatih seharusnya mempertimbangkan untuk menggunakan lapangan lain meskipun tanpa dilengkapi dengan ring basket, dan memanfaatkan sesi latihan ini untuk melakukan drill yang tidak memerlukan ring basket.


=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Memulai Melatih

Tim apa yang akan saya latih?
Hal tersebut merupakan pertanyaan utama bagi setiap pelatih yang seharusnya ditanyakan pada dirinya sendiri sebelum memulai melatih, gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini sebagai panduan:
  • Apakah sebuah tim bola basket mini (mini basketball)? Tim remaja? Apakah tim yang terdiri dari pemain-pemain berpotensi? Apakah tim profesional?
  • Organisasi apa yang menaungi tim tersebut? Apakah tim sekolah? Sebuah tim klub? Sekolah atau klub yang bagaimana?
  • Seberapa bagus pemain-pemainnya? Sudah berapa lama mereka bermain? Apa potensi mereka?
Jawaban dari pertanyaan tersebut akan membantu pelatih untuk mengkondisikan dirinya dalam suasana yang sesuai, sehingga dapat menghindari kesalahan yang muncul akibat tidak mempunyai pandangan yang jelas tentang jenis tim yang akan dilatih.

Tanggung Jawab

Apa tanggung jawab saya?
Pertanyaan tersebut seharusnya dijawab sesudah pelatih memahami jenis tim yang akan dilatih. Apakah saya harus mendorong perkembangan pemain secara keseluruhan? Apakah saya harus berfokus untuk membantu meningkatkan mereka sebagai pemain, sekaligus sebagai manusia yang lebih baik? Apakah saya harus membantu pemain untuk mencapai performa terbaik dalam waktu singkat? Dari semua aspek tersebut, mana yang paling penting?

Jelasnya, seorang pelatih yang melatih pemain muda seharusnya berasumsi bahwa tanggung jawabnya adalah mendorong perkembangan pemain secara keseluruhan, baik dalam bidang olahraga maupun kemanusiaan. Bukan bertanggung jawab seperti pelatih tim profesional, yang hanya tertarik pada prestasi jangka pendek.

Sasaran


Apa sasaran yang seharusnya dimiliki oleh tim?
Dari pembahasan diatas, para pelatih seharusnya memutuskan garis besar sasaran dari tim.
Misalnya, pelatih yang melatih mini-basketball pada sebuah tim sekolah. Beberapa pemain mungkin tidak pernah bermain sebelumnya, sedangkan beberapa pemain yang lain mungkin telah bermain bola basket selama bertahun-tahun. Pada umumnya, tingkat kemampuan mereka masih rendah. Prioritas utama pelatih tersebut adalah mendorong perkembangan anak-anak yang berlatih menjadi manusia yang lebih baik. Sasaran umumnya adalah membuat anak-anak menikmati kegiatannya, yang bisa meningkatkan perkembangan fisik mereka, mengajarkan nilai-nilai tertentu pada mereka (seperti team work, saling menghormati, dll), dan pada saat yang bersamaan juga dapat meningkatkan kemampuan fundamental basket mereka (dribbling, passing, dll).



=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Perkembangan Atletis

Secara logika, salah satu tujuan dari suatu tim yang terdiri dari pemain muda adalah perkembangan atletis para pemain, sehingga mereka bisa menjadi pemain bola basket unggulan. Akan tetapi, tujuan ini harus ditempatkan pada ruang lingkup perkembangan secara keseluruhan (tidak hanya atletis), alasannya adalah sebagai berikut:
  • Pertama, karena mayoritas pemain bola basket kanak-kanak atau remaja tidak menjadi pemain bola basket unggulan di masa depan. Meskipun demikian, mereka tetap memperoleh manfaat saat bermain bola basket yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, bola basket telah memberikan kontribusi dalam menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik, dengan menyiapkan manusia yang dapat menghadapi kehidupan dengan lebih efisien, dengan jiwa yang lebih sehat, toleran, dan semangat bekerja sama.
  • Kedua, karena mini-basketball dan bola basket harus memberikan sarana edukasi untuk pelatih, wasit, pemimpin, orang tua, jurnalis olahraga, ahli ilmu olahraga, penonton, dll. Di masa yang akan datang, jika sebagian besar orang pernah bermain mini-basketball atau bola basket, dan jika mereka mengalami pengalaman positif dari olahraga ini, maka sangat jelas bahwa olahraga bola basket akan mendapatkan keuntungan karena dengan cara tersebut dapat dipastikan bahwa generasi pemain bola basket yang akan datang akan mempunyai pendidikan yang lebih baik.
  • Ketiga, karena jika kita mengikuti suatu rencana kerja yang mampu menstimulus perkembangan fisik, teknik, dan psikologis para pemain, maka akan ada lebih banyak pemain muda yang bakal menjadi pemain bola basket unggulan. Dengan memperlakukan pemain muda secara tepat ketika mereka sedang dalam proses pembelajaran, kita tidak akan kehilangan pemain muda yang berpotensi menjadi pemain unggulan.
  • Keempat, karena mereka yang berhasil menjadi pemain unggulan bukanlah pemain yang begitu saja lolos dari seleksi alam, tetapi pemain yang mempunyai persiapan yang lebih matang di setiap aspek.
Pada umumnya, sangat penting untuk tidak tergesa-gesa, membiarkan para pemain mengikuti jalannya sendiri, meneruskan secara progresif pembentukan

Pemain Mini-Basketball

Pelatih harus menghormati kepribadian atau ciri khas dari setiap pemain, yaitu dengan menuntut pemain melakukan sesuatu berdasarkan karakteristiknya masing-masing, dan membantu mereka mengembangkan talentanya. Pada pemain berusia dini ini, penyempurnaan fundamental bola basket bukan merupakan hal yang penting. Mereka cukup mengetahui kemampuan-kemampuan dasar dan mulai melatihnya.

Pemain harus merasa bahwa mereka harus memenuhi tuntutan-tuntutan yang muncul saat berlatih maupun bertanding. Mereka harus terus berinisiatif menggunakan kemampuan fundamental bola basket meskipun mereka membuat kesalahan. Selain itu, pelatih harus mampu memberikan pengalaman-pengalaman positif yang bisa membuat mereka tetap bermain bola basket. Kesenangan dan kegembiraan merupakan aspek yang sangat perlu diperhatikan ketika melatih mini-basketball.

Pemain Berusia 13-14 Tahun

Pelatih yang melatih pemain berusia antara 13 dan 14 tahun harus menyadari bahwa meskipun secara fisik pemainnya terlihat lebih besar, mereka masih tetap muda. Pada usia ini mereka akan melalui tahapan emosional yang sangat peka. Pelatih harus membantu mereka beradaptasi tehadap tingkat tuntutan yang lebih tinggi. Selain itu, pelatih harus lebih berkonsentrasi untuk mengembangkan kemampuan teknis dan taktis masing-masing pemain (misalnya pada latihan 1 on 1, 2 on 2, 3 on 3, dsb).

Sangat penting untuk tidak membatasi para pemain. Pelatih seharusnya memperbesar kemungkinan didapatkannya hasil yang lebih bagus di masa depan dengan memboleh para pemainnya melakukan berbagai macam tugas (misal, mereka boleh bermain di berbagai posisi). Para pemain mungkin akan melakukan kesalahan ketika melakukan sesuatu yang belum mereka kuasai, oleh karena itu pelatih harus mencoba mengkombinasikan latihan kemampuan yang menjadi kelemahan para pemain dengan latihan kemampuan yang telah mereka kuasai sehingga mereka memperoleh kepuasan.

Pemain Berusia 15-16 Tahun

Ketika bekerja dengan tim yang pemainnya berusia antara 15 dan 16 tahun, pelatih harus mempertahankan proses perkembangan pemain secara keseluruhan dengan tingkat detail yang lebih tinggi, menganalisa setiap kekurangan dan kelebihan para pemain, serta membenahi aspek-aspek yang bisa memperkaya sumber daya setiap pemain.


=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Pengalaman Positif

Pada pembahasan sebelumnya diketahui bahwa bola basket memberikan kesempatan-kesempatan bagi pemain kanak-kanak dan remaja untuk meningkatkan pembentukan nilai-nilai pribadi dan sosial serta memperkaya sumber daya psikologis. Selain itu, bola basket juga memberikan pengalaman-pengalaman positif yang sangat bermanfaat bagi mereka.

Pengalaman-pengalaman positif sangat penting bagi siapa saja. Untuk kanak-kanak dan remaja, bola basket bisa menjadi salah satu sumber yang memberikan banyak pengalaman positif. Jika pengalaman positif melebihi pengalaman negatif, maka para pemain akan lebih bersemangat bermain dan mendapatkan lebih banyak keuntungan dari olahraga ini.

Pengalaman-pengalaman positif yang seharusnya dialami setiap hari oleh para pemain kanak-kanak dan remaja adalah sebagai berikut:
  • Bersenang-senang.
  • Menguasai beberapa skill baru.
  • Mencapai tujuan yang sangat menarik.
  • Pengenalan sosial dari pelatih dan teman-temannya.
  • Pengalaman untuk jiwa (perasaan positif, kepuasan pribadi, dan kebanggaan).
  • Merasakan dukungan sosial dari pelatih dan teman-temannya.


=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Perkembangan Psikologis

Terlepas dari nilai-nilai yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, bola basket dapat membantu perkembangan psikologis pemain kanak-kanak yang sangat berguna tidak hanya dalam olahraga bola basket tetapi juga dalam kehidupan mereka pada umumnya.

Perkembangan Kognitif

Dalam olahraga bola basket terdapat berbagai situasi yang mengharuskan para pemain untuk mengembangkan kapasitas kognitif-nya. Pemain bola basket harus belajar memperhatikan dan berkonsentrasi terhadap stimulus. Tergantung situasi yang sedang terjadi, para pemain harus belajar mengubah, menambah, atau mengurangi perhatian mereka terhadap berbagai stimulus pada waktu yang tepat. Demikian juga, bola basket juga membantu para pemain untuk mengembangkan kemampuan mereka memilih dan memproses informasi dari luar. Dari semua stimulus yang telah diterima dari lingkungan sekitar, mereka harus memilih informasi yang paling relevan dan dihubungkan dengan apa yang telah mereka simpan dalam memori mereka. Dan mereka juga harus belajar membuat keputusan dengan cepat.

Proses-proses kognitif seperti memilih, menghubungkan, menyimpan memori, menggunakan memori, dan pengambilan keputusan dapat berkembang lebih baik jika pelatih memahami kapasitas para pemainnya.
Contoh: jika seorang pelatih mini-basketball menyuruh para pemainnya untuk melakukan latihan yang membutuhkan banyak perhatian (beberapa stimulus pada waktu yang sama), maka akan menyebabkan beban informasi yang harus diterima para pemain menjadi terlalu berlebihan. Hal ini akan menghambat proses kognitif, dan akan menurunkan tingkat efisiensi pengambilan keputusan.
Contoh: jika seorang pelatih tim basket perempuan kelompok umur 13 dan 14 tahun menginginkan para pemainnya mempelajari beberapa konsep baru pada waktu yang sama, maka konsep-konsep tersebut tidak akan terekam dalam memori secara sempurna. Oleh karena itu, pelatih tersebut tidak akan mencapai tujuan yang diinginkan, dan usaha yang dilakukan oleh para pemain tidak akan berguna.
Begitu juga jika pelatih tidak cukup memberikan stimulus, maka hal ini tidak akan membantu perkembangan kognitif yang sesuai bagi para pemain.
Contoh: latihan monoton yang kurang menarik, di mana aktivitasnya terlalu sederhana, tidak akan membantu proses perkembangan kognitif kanak-kanak atau remaja.
Kontrol

Manusia perlu merasa bahwa dirinya dapat memegang kontrol atau kendali terhadap berbagai hal yang menjadi perhatiannya. Maksud dari kontrol di sini adalah landasan rasa percaya diri yang merupakan salah satu aspek dari kekuatan psikologis. Kebalikannya, ketidakberdayaan (helplessness), orang yang tidak berdaya akan merasa mereka tidak dapat melakukan pekerjaannya, dan akibatnya, apapun yang mereka lakukan menjadi serba salah.

Kasus ketidakberdayaan dapat ditemukan di kebanyakan kanak-kanak dan remaja. Merasa tidak berdaya ketika terlibat dalam suatu aktivitas akan menyebabkan kehilangan semangat terhadap kegiatan yang dilakukannya dan bahkan bisa merusak harga dirinya. Oleh karena itu, ketika bekerja dengan kanak-kanak atau remaja, apapun bidangnya, sangat penting untuk menghindarkan mereka dari kondisi tersebut. Kanak-kanak dan remaja perlu mengalami situasi yang dapat menjadikan mereka lebih kuat secara psikologis. Bola basket memberikan banyak kesempatan untuk melakukannya, akan tetapi jika disalahgunakan justru malah menimbulkan situasi ketidakberdayaan.

Jika pelatih menyuruh para pemainnya melakukan latihan yang tingkat kesulitannya sesuai dan para pemainnya mengerti tentang apa yang harus dilakukan, maka akan menciptakan perasaan bahwa para pemain sedang memegang kontrol terhadap apa yang mereka lakukan. Sebaliknya jika tingkat kesulitannya terlalu berlebihan maka akan mengakibatkan ketidakberdayaan dalam diri mereka.

Banyak pemain yang merasa tidak berdaya karena mereka tidak dapat melakukan apa yang diharapkan seorang pelatih dari mereka, atau karena mereka tidak mampu memahami dan tidak mengerti bagaimana menjalankan instruksi yang diberikan dari pelatih.
Contoh: dalam suatu pertandingan kelompok umur 13 tahun, seorang pemain melakukan shot tapi tidak berhasil masuk ke ring basket; pelatihnya meneriakinya dari luar lapangan, “Jangan terburu-buru melakukan shot, pass ke teman-teman yang lain terlebih dahulu!”. Di kesempatan kedua, pemain tersebut mempunyai kesempatan terbukan untuk mencetak angka, tetapi bukannya melakukan shot, pemain tersebut justru melakukan pass ke temannya yang lain, dan pada saat itu pelatihnya berteriak, “Shot!!”. Kesempatan ketiga, hal serupa terjadi, tetapi kali ini pemain tersebut melakukan shot tetapi sayangnya gagal lagi. Pelatih memarahinya sekali lagi, “Bagaimana bisa tidak masuk? Kalau ragu melakukan shot lebih baik tidak usah melakukan shot!”. Akibatnya, pemain tersebut menjadi tidak berdaya karena dia tidak mengetahui reaksi apa yang harus dia lakukan, dia mungkin merasa tidak mungkin bertindak benar dan menyenangkan pelatihnya. Sejak kejadian itu, dia menjadi bermain lebih pasif dan hanya melakukan tindakan yang beresiko kecil di mana kesalahan-kesalahan yang terjadi tidak jelas terlihat.
Untuk menghindarkan para pemainnya dari ketidakberdayaan, pelatih dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Pelatih harus melatih para pemainnya untuk meningkatkan kemampuan mereka bermain bola basket, sehingga mereka memiliki sumber daya yang diperlukan untuk memegang kendali permainan.
  • Pelatih harus menentukan tujuan yang dapat dicapai sesuai dengan tingkat kemampuan para pemainnya.
  • Pelatih harus memilih latihan yang dapat dilakukan oleh para pemainnya.
  • Pelatih harus menjelaskan kepada para pemainnya tentang apa yang harus mereka lakukan.
  • Pelatih harus memilih kompetisi atau lawan yang sepadan bagi timnya.
  • Pelatih harus lebih berfokus pada aksi para pemain daripada hasil yang dicapai. Ketika suatu hasil tertentu perlu diperhatikan, maka seharusnya dihubungkan dengan aksi tertentu. Dengan melakukan ini, pelatih akan membuat para pemainnya memahami hubungan antara aksi yang mereka lakukan dan hasil yang dicapai.
Berikut ini adalah contoh pembicaraan seorang pelatih dengan para pemainnya:

“Kita berhasil memenangkan pertandingan ini (hasil), saya sangat bangga terhadap permainan defense kita (aksi yang dibutuhkan dan harus dijelaskan) dan angka yang dicetak dari permainan 1 on 1. Kemampuan 1 on 1 kalian telah meningkat pesat selama latihan. Kalian semua telah bekerja keras selama latihan, dan kerja keras itu membuat kalian bisa mencetak banyak poin ketika bermain 1 on 1 (pelatih mencoba menyemangati para pemain untuk lebih meningkatkan kemampuannya).”

Pelatih harus memberikan apresiasi terhadap setiap keputusan yang diambil oleh para pemainnya berdasarkan situasi yang sedang terjadi pada saat keputusan tersebut diambil, dan bukan berdasarkan hasilnya.
Contoh: seorang pemain berdiri bebas dekat dengan ring basket, dan dia telah diinstruksikan oleh pelatihnya untuk melakukan shot jika mempunyai kesempatan terbuka untuk mencetak angka. Jika pemain tersebut memutuskan untuk melakukan shot, pelatih seharusnya mengevaluasi keputusan tersebut dengan cara yang positif tanpa melihat hasilnya, meskipun jika pemain tersebut gagal memasukkan bola pada saat itu. Dengan demikian, pemain tersebut merasa mepunyai kendali dan akan mengetahui apa yang harus dilakukan pada kesempatan berikutnya.
Mengalami situasi di mana pemain merasa memegang kendali terhadap apa yang mereka lakukan akan meningkatkan performa pemain dan sangat bermanfaat. Jika bola basket dapat terus memberikan pengalaman tersebut, maka kemungkinan bahwa kanak-kanak akan terus memainkan olahraga ini menjadi lebih besar.

Rasa Percaya Diri

Rasa percaya diri berhubungan erat dengan persepsi tentang kontrol yang telah dibahas sebelumnya. Rasa percaya diri merupakan kepercayaan yang dimiliki para pemain bahwa mereka mereka memiliki sumber daya yang dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Menjadi percaya diri merupakan sebuah proses yang terjadi di dalam diri pemain yang mengimplikasikan perasaan pemain tentang tingkat kesulitan tujuan yang ingin dicapai, dan sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, seorang pemain yang mempunyai rasa percaya diri dapat mengetahui seberapa besar kesempatan mereka, dan mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Dia juga mengetahui hambatan-hambatan yang akan menghalanginya untuk mencapai tujuan yang diinginkan, selanjutnya dia dapat menentukan tindakan yang seharusnya dilakukan untuk menetralisir hambatan-hambatan tersebut.

Mengembangkan rasa percaya diri pada pemain kanak-kanak dan remaja sangat penting untuk pendidikan mereka di masa yang akan datang. Sebagai pemain bola basket, rasa percaya diri merupakan kunci utama untuk kemajuan mereka. Rasa percaya diri akan membuat mereka mampu menghadapi situasi yang sangat sulit selama pertandingan, dan menjaga mereka tetap bermain dengan harapan dan penuh ambisi untuk mencapai tujuan. Sebagai manusia sosial, rasa percaya diri akan membantu mereka menghadapi kehidupan dengan berbagai tuntutannya, dan meningkatkan self-concept dan self-esteem mereka.

Rasa percaya diri masing-masing orang tidak sama di setiap aspek kehidupan. Misalnya, seseorang lebih merasa percaya diri ketika bermain bola basket daripada mengerjakan soal matematika. Akan tetapi, dengan menguatkan rasa percaya diri seseorang pada salah satu aspek kehidupan akan membuat rasa percaya diri tersebut menyebar ke aspek kehidupan yang lain, karena mereka akan mampu:
  • Menganalisa situasi yang akan dihadapi dan sumber daya yang mereka miliki
  • Menentukan target yang realistis, serta mampu menyusun perencanaan yang realistis untuk mencapai target tersebut.
  • Memperhatikan dan mengendalikan tingkah lakunya.
  • Melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang mereka alami.
Manajemen latihan olahraga yang baik dapat meningkatkan rasa percaya diri, sehingga para pemain percaya pada sumber daya yang mereka miliki ketika menghadapi tuntutan latihan atau pertandingan. Jadi, melalui latihan bola basket, pemain kanak-kanak dapat memperkuat sumber daya psikologisnya yang sangat penting bagi perkembangan mereka.

Untuk meningkatkan rasa percaya diri pemain kanak-kanak maupun remaja sangat dibutuhkan tindakan-tindakan seperti berikut:
  • Mengorganisir aktivitas yang bersifat kompetitif dalam setiap latihan maupun pertandingan.
  • Menentukan tujuan yang realistis, berdasarkan kemampuan para pemain, bukan berdasarkan hasil pertandingan.
  • Menyusun rencana secara terperinci untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
  • Menggunakan kriteria-kriteria dengan benar (kriteria yang dimengerti oleh pemain) ketika menentukan apakah suatu telah berhasil dicapai atau tidak.
  • Menganalisa performa masing-masing pemain secara obyektif dan membangun, berdasarkan kriteria yang sebelumnya telah disepakati.
  • Jangan menilai performa pemain dari hasil pertandingan, karena hasil pertandingan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor luar.
  • Jangan mengambil kesimpulan secara umum (misalnya, kesimpulan bahwa para pemain bermain sangat jelek karena kalah pada detik-detik akhir pertandingan).
  • Jangan menilai performa pemain ketika emosi mereka sedang tinggi (misalnya, ketika dalam pertandingan yang sangat ketat di mana terjadi saling mengejar angka).
Self-Concept dan Self-Esteem

Self-concept atau konsep diri adalah pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri, sedangkan self-esteem adalah tingkatan seseorang menghargai pandangan terhadap dirinya tersebut. Pada kanak-kanak dan remaja, self-concept dan self-esteem bersifat tidak stabil dan mudah berubah-ubah. Kadang, self-concept dan self-esteem berubah berdasarkan pengalaman mereka yang berhasil atau gagal dalam aspek kehidupan yang sangat penting menurut mereka, misalnya bola basket. Oleh karena itu, pengalaman bermain bola basket dapat mempengaruhi self-concept dan self-esteem pemain kanak-kanak dan remaja.
Contoh: seorang pemain basket berusia 15 tahun baru saja bergabung ke dalam suatu klub besar. Saat itu, dia hanya peduli tentang bagaimana cara dia bisa sukses menjadi pemain di sana. Jika tidak, maka dia akan merasa gagal. Pemain tersebut memaksakan dirinya sendiri sehingga dia merasakan banyak tekanan. Setiap ada komentar negatif dari pelatihnya dan setiap kesalahan yang dia lakukan, baik saai berlatih atau bertanding, sangat berpengaruh baginya. Secara umum, dia sangat tersiksa dan tidak bisa merasa enjoy. Setiap pertandingan merupakan tuntutan baginya untuk membuktikan kemampuannya. Akhirnya pemain tersebut tidak bisa mengeluarkan semua kemampuannya. Dia merasa sangat depresi dan mempertimbangan untuk segera keluar dari klub.
Kasus di atas mengilustrasikan pengalaman banyak remaja yang bermain bola basket. Mereka mengenali self-concept dan self-esteem melalui keberhasilan atau kegagalan mereka sebagai pemain, dan hal tersebut bisa sangat berbahaya di mana pemain sangat bergantung terhadap kesuksesan mereka sebagi atlit. Situasi tersebut harus dihindari dengan meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan pengertian supaya mereka tidak mengasosiakan keberhasilan atau kegagalan yang dicapai sebagai atlit dengan kehidupan sebagai manusia.

Relasi antara pelatih dan pemain kanak-kanak atau remaja mempunyai pengaruh yang sangat menentukan bagi self-concept dan self-esteem para pemain. Sehingga tingkah laku pelatih menjadi faktor yang sangat krusial. Pelatih dapat mempunyai pengaruh positif dengan menghindari tingkah laku atau ucapan:
  • Merendahkan mereka.
  • Mengejek mereka di depan rekan satu tim.
  • Memarahi tanpa penjelasan atau tanpa memberikan kesempatan pada pemain untuk melakukan perbaikan di masa yang akan datang.
  • Membandingkan kemampuan para pemain sebagai atlit dan sebagai manusia dalam kehidupan sosial.
Sebaliknya, pelatih seharusnya menerapkan beberapa hal sebagai berikut:
  • Menentukan dengan jelas semua tujuan yang harus dicapai oleh para pemain.
  • Membantu para pemain dalam mencapai tujuan tersebut.
  • Melakukan koreksi secara konstruktif, dengan menunjukkan kesalahan yang dilakukan pemain dan memberikan mereka kesempatan untuk melakukan koreksi.
Kendali Diri

Bagi pemain bola basket, mengembangkan kemampuan mengendalikan diri merupakan hal yang sangat penting. Bola basket memberikan banyak situasi di mana para pemain harus belajar mengendalikan dirinya.
Contoh: seorang pemain berusia 11 tahun, dia merupakan bagian penting dari tim dan selalu bermain dengan serius. Karena itu, dia menginginkan teman-temannya juga bermain dengan serius seperti dirinya. Pada suatu saat, ketika temannya melakukan kesalahan, dia menjadi sangat emosi dan memarahi temannya secara aggresif. Pelatihnya memberikan penjelasan padanya bahwa seharusnya dia tidak bertingkah laku seperti itu, kemudian pemain tersebut berusaha untuk lebih mengendalikan dirinya. Sekarang, setiap kali temannya melakukan kesalahan, dia tidak marah, tetapi justru menghibur temannya atau mengacuhkan begitu saja. Dia lebih berkonsentrasi pada apa yang harus dia lakukan.
Contoh: suatu saat seorang pemain mini-basketball melakukan protes kepada wasit karena dia dianggap telah melakukan pelanggaran, yang menurutnya bukan pelanggaran. Kemudian pelatihnya tidak memperbolehkan dia main di pertandingan berikutnya, dan menjelaskan kepada pemain tersebut bahwa hukuman yang diberikan kepadanya adalah karena dia kurang mampu mengendalikan diri. Sejak saat itu pemain tersebut menjadi lebih bisa mengendalikan dirinya.
Kasus di atas merupakan contoh kesempatan yang diberikan oleh bola basket atau mini-basketball kepada pemain kanak-kanak atau remaja untuk melatih kemampuan mereka mengendalikan diri. Dalam hal ini, pelatih memainkan perannya dengan sangat bagus. Pelatih yang bekerja dengan pemain kanak-kanak atau remaja harus selalu memanfaatkan kesempatan-kesempatan seperti itu untuk meningkatkan kemampuan para pemain dalam mengendalikan diri.


=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Pembentukan Nilai-Nilai Pribadi dan Sosial

Bola basket dapat memberikan kontribusi dalam pembentukan nilai-nilai pribadi dan sosial yang sangat penting dalam proses pembelajaran bagi kanak-kanak dan remaja.

Komitmen

Para pemain muda seharusnya membiasakan diri untuk menerima dan menunjukkan komitmennya kepada rekan-rekannya.

Seorang pemain harus bersedia berlatih maupun bermain pada hari-hari yang telah disepakati, dan komitmen ini harus dipenuhi meskipun secara personal pemain tersebut tidak menyukainya. Sebuah komitmen mengimplikasikan bahwa suatu saat seorang pemain perlu merelakan keinginannya dan berkorban untuk timnya.

Misal: seorang pemain yang masih berusia sebelas tahun sedang tidak menyukai suatu porsi latihan yang akan dia lakukan, dan akhirnya dia memutuskan untuk tidak ikut latihan. Sedangkan rekan timnya yang lain sama-sama juga tidak menyukai porsi latihan tersebut, akan tetapi karena dia menghormati rekan-rekan timnya dan telah berkomitmen, maka dia ikut latihan. Pemain mana yang akan mendapatkan keuntungan dari mini basketball sebagai pengalaman pembelajaran?

Ketekunan

Dalam hidup, sangat penting untuk berjuang keras dan bola basket dapat membantu membentuk seorang pemain menjadi selalu gigih berusaha semaksimal mungkin.

Pembentukan ketekunan sangat penting ketika para pemain sedang mengalami masa-masa sulit, misalnya saat mereka membuat kesalahan, bermain buruk, tidak mendapatkan hasil latihan seperti yang mereka inginkan, dll. Dalam kehidupan di luar olahraga, mereka juga menemui situasi-situasi yang kurang baik, tetapi pemain bola basket dapat melaluinya jika aspek penting, ketekunan, telah terbentuk dalam dirinya.

Tanggung Jawab Personal dalam Kelompok

Sangat penting bagi kanak-kanak dan remaja untuk belajar bertanggung jawab secara personal untuk kepentingan kelompoknya. Bola basket adalah sarana yang tepat untuk membentuk aspek tersebut. Untuk itu para pemain seharusnya diberikan pengertian mengenai apa yang harus mereka lakukan dan apa yang diharapkan dari mereka secara individu.

Misal: dalam sebuah tim, pelatih menekankan pentingnya melakukan block out dan rebound untuk mendapatkan penguasaan bola, menyorotinya sebagai tanggung jawab masing-masing pemain (setiap pemain harus melakukan block out terhadap seorang pemain lawan) akan memberikan hasil yang baik bagi tim (mendapatkan penguasaan bola).

Pelatih harus memberikan penghargaan kepada para pemain yang melakukan block out dengan baik jika ingin mereka terus bertanggung jawab untuk kepentingan tim. Dengan demikian, pelatih tersebut tidak hanya membantu membuat para pemain berperilaku seperti yang diinginkan, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan salah satu aspek penting, tanggung jawab, dalam pribadi para pemainnya.

Kerja Sama

Sangat penting bagi kanak-kanak dan remaja untuk belajar bekerja sebagai satu tim.

Contoh latihan:
Pelatih menginstruksikan latihan 2 on 2 pada para pemainnya. Pemain offensive tidak boleh melakukan dribble, yang diperbolehkan hanya pass bola. Dimulai dari salah satu baseline sampai baselin yang lain. Secara logika, mereka harus saling bekerjasama.

Latihan di atas, mengajarkan para pemain tentang pentingnya kerja sama, karena dalam permainan bola basket hanya dengan satu pemain tidak bisa memenangkan pertandingan.

Menghormati Peraturan

Dengan bermain dalam tim bola basket berarti harus menghormati beberapa peraturan: tugas-tugas pribadi, peraturan latihan, dan peraturan permainan bola basket. Jadi, pemain muda akan terbiasa untuk tidak selalu seenaknya, tetapi harus menghormati peraturan tertentu yang membantunya dalam beraktivitas bersamaan dengan pemain lain. Hal ini merupakan salah satu aspek edukasi dari bola basket sebagai suatu olahraga kompetitif.

Menghormati antar Sesama

Sebelumnya telah disebutkan bahwa bola basket adalah sarana yang tepat untuk belajar tentang bagaimana bekerja sebagai satu tim. Bermain bola basket juga merupakan cara yang baik untuk membiasakan saling menghormati dengan rekan satu tim, lawan, pelatih, penonton, dan wasit.

Pemain muda juga harus belajar menghormati setiap perbedaan dalam timnya, menerima keberadaan rekannya, dalam beberapa kasus, yang mempunyai perbedaan strata sosial, ras, agama, etnis, negara, kota, dll. Mereka akan belajar saling menghormati perbedaan yang muncul ketika bermain bola basket, misalnya karena salah seorang pemain bermain lebih baik, lebih menguasai kemampuan tertentu, atau bermain lebih lama dari yang lain, dll.

Oleh karena itu:
  • Pelatih harus menumbuhkan rasa saling menghormati dan solidaritas di antara pemain melalui tingkah lakunya.
  • Pelatih harus bisa menjadi contoh, menghormati semua pemain terutama karena perbedaan-perbedaan yang ada.
  • Pelatih harus menjalin hubungan yang sangat erat antar pemain, karena semakin mereka saling mengenal, maka menimbulkan rasa saling menghormati yang kuat.
Dengan menghormati lawan akan menjadikan suatu pertandingan mempunyai satu tujuan yang sama (sebuah tujuan yang hanya akan didapatkan oleh salah satu tim) dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Pelatih harus memberikan perhatian khusus supaya pemainnya bersikap baik terhadap lawan-lawannya. Mereka seharus dilarang menghina, tetapi mereka seharusnya membantu jika mereka terjatuh, berbicara ketika pertandingan selesai, mengucapkan selamat jika mereka menang, dll. Pelatih seharusnya mengajarkan pada para pemainnya bahwa lawan-lawan mereka adalah kanak-kanak yang berusaha memenangkan pertandingan sama seperti mereka, sehingga rivalitas yang muncul harus kooperatif.

Oleh karena itu seharusnya pelatih tidak mengadu domba dengan mengeluarkan komentar seperti:
  • "mereka bilang kita seperti orang idiot",
  • "terakhir kali mereka menang karena mereka bermain kotor",
  • dll.
Strategi tersebut sangat tidak etis dan tidak memberikan kontribusi dalam pembentukan aspek menghormati lawan.

Seorang pelatih juga tidak boleh menghina, mengejek atau meremehkan tim lawan. Sebaliknya, supaya bisa menjadi contoh yang baik, pelatih harus memberikan rasa hormat kepada setiap lawan, tanpa memperhatikan karakteristik dirinya dan pemainnya.

Misalnya: dalam pertandingan bola basket, salah satu tim sangat superior dibanding lawannya, saat kuarter ketiga kedudukan skor adalah 35-2, pelatih dari tim yang menang seharusnya menunjukkan rasa hormat kepada tim lawan dan tidak mengeluarkan komentar yang bersifat menyerang.

Bersamaan dengan itu, pelatih juga harus bisa menjadikan perilakunya kepada wasit sebagai contoh, sehingga membuat para pemain juga menghormati para wasit.

Hal ini mungkin menjadi aspek pembelajaran yang kurang diperhatikan dalam tim bola basket. Contohnya, sangat sering terjadi seorang pelatih meneriaki keputusan wasit di depan para pemainnya. Contoh tersebut, sama dengan yang dilakukan oleh para orang tua pemain, menyulitkan kanak-kanak dan remaja untuk belajar menghormati figur wasit.

Belajar Berkompetisi

Dalam kehidupan kita sering mengalami berbagai situasi persaingan dan kita harus bersiap menghadapinya. Bola basket yang kompetitif memberikan kesempatan belajar untuk berkompetisi dengan cara yang sehat dan efisien, dengan demikian dapat membantu mereka sekarang dan di masa yang akan datang.

Semua nilai-nilai yang disebutkan di atas membantu pemain muda untuk berkompetisi. Selain itu, juga sangat penting bagi mereka untuk belajar menerima dengan cara yang sama suatu kemenangan maupun kekalahan, kesuksesan maupun kegagalan, performa yang baik maupun buruk, benar maupun salah. Sehingga pemain akan merayakan kemenangan dengan cara yang tidak berlebihan, dan menghadapi kekalahan dengan harapan.

Ketika tim berhasil memenangkan pertandingan, maka pelatih harus memperhatikan semua tindakan telah dilakukan dengan benar (bukan karena hasil, tetapi karena perilaku para pemain), dan dia juga harus memberikan perlakuan yang sama ketika tim mengalami kekalahan. Tanpa memperhatikan timnya menang atau kalah, pelatih harus menentukan tujuan di masa yang akan datang, dan menggunakan pengalaman untuk membantu perkembangan para pemain.



=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Peningkatan Kesehatan Melalui Latihan Bola Basket

Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam pertumbuhan anak-anak yang dapat ditingkatkan melalui latihan-latihan bola basket.
  • Latihan bola basket yang tepat memberikan kontribusi terhadap perkembangan fisik pemain.
  • Selain itu juga dapat membentuk kebiasaan sehat ketika berolahraga.
  • Kebiasaan-kebiasaan baik lainnya yang turut terbentuk adalah: kebiasaan menjaga asupan nutrisi, hidup higienis, dan peduli pada kesehatan diri.
Akan tetapi, dalam melakukan latihan harus diperhatikan setiap resiko yang mungkin terjadi. Dengan demikian kejadian-kejadian yang dapat mengganggu kesehatan pemain dapat dicegah.
  • Perencanaan yang kurang matang bisa berpengaruh negatif terhadap perkembangan fisik pemain(misalnya, latihan angkat beban untuk meningkatkan kekuatan dapat memcederai pemain mini basketball).
  • Jika aktivitas yang dilakukan menyebabkan stress atau rasa takut, maka sangat mungkin para pemain akan berhenti berlatih bola basket, sehingga akan sangat merugikan.
  • Konsumsi obat untuk meningkatkan performa dan mengurangi rasa sakit saat cedera sangat mengganggu kesehatan mereka. Perilaku ini bisa menyebabkan sifat kecanduan terhadap obat-obatan dan menurunkan daya tahan tubuh.
Oleh karena itu, dengan hanya bermain bola basket tidak menjamin pencapaian perkembangan fisik diinginkan. Dengan melakukan latihan secara tepat, dipandu oleh pelatih yang berkompeten, latihan bola basket bisa memberikan hasil yang positif.


=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Hak Pemain Kanak-Kanak

Pelatih seharusnya memandang pemain kanak-kanak lebih serius. Pemain kanak-kanak dan remaja juga mempunyai hak-hak, dan para pelatih harus bisa memahami, menerima, dan menghormati hak-hak tersebut.

Sekarang ini organisasi-organisasi olahraga mengakui hak-hak yang dimiliki pemain muda, yaitu:
  • Hak untuk ikut berpartisipasi dalam kompetisi olahraga.
  • Hak untuk berpartisipasi dalam kompetisi yang tingkatannya sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.
  • Hak untuk mempunyai pelatih yang berkualitas.
  • Hak untuk bermain sebagaimana kanak-kanak atau remaja biasa, bukan sebagai orang dewasa.
  • Hak untuk memilih aktivitas olahraganya.
  • Hak untuk berlatih pada lingkungan sehat dan aman.
  • Hak untuk memperoleh persiapan yang tepat supaya dapat berkompetisi.
  • Hak untuk dihormati harga dirinya.
  • Hak untuk bersenang-senang ketika berlatih olahraga.

=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Drill Ball Handle dan Dribble

Kemampuan ball handle (memegang bola) penting untuk dilatih. Dengan latihan ball handle yang terus-menerus akan membuat cengkeraman tangan terhadap bola menjadi lebih baik sehingga pemain bisa melakukan dribble, pass, shoot, dan rebound dengan baik. Selain itu, secara tidak langsung latihan ball handle bisa menghindarkan pemain (terutama pemula) dari cedera jari tangan yang diakibatkan oleh benturan bola.

Setelah menguasai ball handle, pemain bisa melanjutkan latihan dengan mempelajari teknik-teknik basket yang lebih sulit, misalnya dribble. Berikut ini adalah tips melakukan dribble dengan benar.
  1. Gunakan ujung jari, bukan telapak tangan
  2. Dribble bola di samping badan, jangan memantulkan bola di depan badan secara berulang-ulang
  3. Biasakan memantulkan bola sekeras mungkin
  4. Atur posisi badan serendah mungkin sehingga bola memantul dengan cepat setinggi pinggang
  5. Pandangan selalu ke depan ketika melakukan dribble, jangan ke bola atau ke lantai
  6. Ketika memindahkan bola dari satu tangan ke tangan yang lain, pantulkan bola menyilangan dengan keras dan cepat
Pada video di bawah ini ditunjukkan beberapa contoh drill yang digunakan untuk melatih kemampuan ball handle dan dribble. Pelajari secara perlahan-lahan terlebih dahulu, kemudian, ketika sudah mulai terbiasa, lakukan dengan kecepatan penuh.




=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Kamus Bola Basket

Assist merupakan penghargaan bagi pemain yang melakukan pass ke rekan timnya sedemikian rupa sehingga rekan timnya tersebut bisa mencetak angka.

Block terjadi ketika defender (pemain bertahan) secara legal menghalau sebuah shot yang dilakukan oleh pemain lawan. Defender tidak boleh melakukan kontak badan dengan tangan shooter karena akan mengakibatkan foul (pelanggaran). Supaya legal, block harus dilakukan ketika arah bola naik ke atas, bukan sedang turun menuju ring (disebut pelanggaran goaltending).

Carrying adalah salah satu jenis pelanggaran dalam permainan bola basket. Pelanggaran tersebut terjadi ketika pemain yang sedang dribble menahan bola dengan dua tangan secara bersamaan atau memutar bola menggunakan tangan. Carrying mirip dengan pelanggaran double, karena pemain seperti berhenti dribble kemudian kembali melakukan dribble. Jika pemain dribble bola sambil bergerak, maka carrying sama dengan pelanggaran traveling. Pemain dapat menghindari pelanggaran ini dengan tetap menjaga supaya telapak tangan yang digunakan untuk dribble terus menghadap ke lantai.

Crossover adalah sebuah manuver gerakan dalam bola basket. Definisi umum dari crossover adalah pergerakan berubah arah. Variasi tentang bagaimana melakukannya dapat berbeda-beda, bisa melibatkan gerakan fake (tipuan) sebelum berubah arah atau kecepatan. Gerakan dasarnya meliputi pemindahan dribble bola dari tangan kanan ke tangan kiri, atau sebaliknya.

Double-dribble adalah istilah pelanggaran yang terjadi karena pemain yang sedang dribble dengan jelas menahan bola dengan satu atau dua tangan (baik ketika diam di tempat atau sedang bergerak), dan kemudian melakukan dribble lagi. Sekali seorang pemain berhenti dribble bola, maka pemain tersebut tidak boleh melakukan dribble lagi sampai pemain lain menyentuh bola, atau setelah shot.

Fastbreak adalah strategi offense (menyerang). Dalam fastbreak, suatu tim berusaha melakukan serangan dengan cepat, sehingga pemain lawan tidak mempunyai cukup waktu untuk membentuk strategi defense mereka.

Field-goal adalah istilah umum di mana angka dicetak dalam permainan, termasuk ketika free-throw maupun three-point.

Free-throw adalah usaha mencetak angka dari area yang telah ditentukan (garis free-throw) yang dilakukan tanpa hadangan pemain lawan.

Jump-ball adalah metode yang digunakan untuk memulai permainan bola basket. Dua pemain saling berhadapan untuk mendapatkan penguasaan bola setelah bola dilempar ke atas di antara dua pemain tersebut oleh wasit.

Jump-shot adalah usaha mencetak angka dengan cara melompat, dan kemudian melakukan shot saat berada pada puncak lompatan.

Lay-up adalah usaha mencetak angka dengan melompat menggunakan salah satu kaki setelah sebelumnya dribble bola menggunakan ritme dua hitungan, 'menempatkan' bola dekat dengan ring basket, dan menggunakan salah satu tangan untuk melepaskan bola di atas ring basket atau memantulkan bola pada papan terlebih dahulu.

Man-to-man adalah jenis taktik defense di mana masing-masing pemain bertugas menjaga dan mengikuti pergerakan seorang offender (pemain offense). Defense ini adalah satu-satunya jenis defense yang diperbolehkan dalam mini-basketball.

Personal foul adalah salah satu peraturan berkaitan tentang kontak fisik yang ilegal. Pelanggaran ini sangat sering terjadi dalam permainan bola basket. Kontak fisik yang sangat berlebihan atau sangat berbahaya diklasifikasikan dalam pelanggaran unsportmanlike foul.

Rebound adalah aksi yang dilakukan untuk mendapatkan penguasaan bola setelah terjadi usaha field goal atau free-throw yang gagal. Rebound merupakan bagian penting dalam permainan, karena sebagian besar penguasaan bola terjadi setelah usaha shot yang gagal. Rebound dibagi menjadi dua kategori, offensive rebound, di mana bola dikuasai kembali oleh offender dan tidak terjadi perubahan penguasaan bola, dan defensive rebound, di mana defender berhasil mendapatkan penguasaan bola.

Travelling, adalah pelanggaran yang terjadi ketika seorang pemain yang sedang menguasai bola menggerakkan kakinya tanpa melakukan dribble terlebih dahulu, atau ketika pemain yang telah berhenti melakukan dribble mengangkat kakinya. Pada umumnya, tumit kaki boleh diangkat asalkan ujung kaki tetap di lantai.

Turnover terjadi ketika pemain dari salah satu tim kehilangan penguasaan bola. Hal ini bisa terjadi karena steal, membuat kesalahan seperti membuang bola keluar lapangan, dan melakukan pelanggaran (seperti travelling atau offensive foul) .


=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Skill Mini Basketball

Dribbling


Berdiri dengan posisi siap siaga

Dorong bola ke bawah dengan jari dan pergelangan tangan

Ketika kembali ke atas, biarkan bola mendorong tangan ke atas, kemudian dorong kembali ke bawah

Prinsip 'Lima Jari' sangat penting, lakukan dribble dengan kelima ujung jari, jangan menggunakan telapak tangan

Bola seharusnya tidak lebih tinggi dari pinggang

Pandangan ke depan

Amati jalannya pertandingan

Perhatikan pergerakan teman

Lindungi bola dengan badan

Dribble berakhir ketika bola ditahan dengan satu atau dua tangan

Jumlah pantulan dan langkah yang boleh dilakukan tidak terbatas, dan tangan yang melakukan dribble boleh bergantian


Crossover Dribble


Ketika pemain lawan mendekat, perlu dilakukan perubahan arah dribble untuk melindungi bola

Saat berubah arah, dorong kaki yang dekat dengan bola dengan kuat

Tangan yang melakukan dribble mendorong bola, sedikit di bagian luar dari bola, menyilang di depan badan ke tangan yang lain


Defending


Stance (cara bediri) sangat penting baik dalam defense maupun offense

Selalu dalam posisi siap siaga

Stance yang bagus mempunyai keseimbangan badan yang lebih baik

Selalu siap bergerak ke depan, belakang, atau ke samping

Paling sering bergerak belakang atau ke samping

Lakukan gerakan slide (seperti kepiting) dengan cepat tanpa menyilangkan kedua kaki

Tangan ke atas, di samping badan dan siku ditekuk

Tetap berada di antara pemain lawan dan ring basket


Lay-up Shot


Lay-up adalah jenis gerakan shooting, dilakukan dari jarak dekat menggunakan ritme hitungan satu-dua

Ketika melakukan lay-up dengan tangan kanan, awali dari sisi kanan lapangan

Pegang bola dengan kedua tangan

Pandangan mata tertuju pada sasaran (kotak kecil di atas ring basket)

Saat berjarak dua langkah dari ring basket, taruh berat badan pada kaki kanan

Angkat bola ke arah ring basket

Ambil langkah panjang dengan kaki kiri

Angkat lutut kanan

Angkat bola ke atas kepala untuk melakukan shoot

Lompat setinggi mungkin

Lakukan shoot saat berada di puncak lompatan

Pantulkan bola dengan lembut di papan

Jika lay-up dilakukan dari kiri, lakukan langkah-langkah di atas tetapi menggunakan kaki yang berlawanan


Two Handed Set Shot


Berdiri dengan posisi siap siaga

Shot ini dilakukan dari posisi diam

Badan menghadap ke ring basket

Berat badan berada di kaki, tumit sedikit menyentuh lantai

Kedua lutut ditekuk

Kaki dibuka selebar bahu

Kaki yang berada di sisi tangan yang melakukan shot sedikit berada di depan

Bola dipegang depan dada menggunakan ujung jari

Jari-jari terpisah, ibu jari dan kelingking segaris

Ibu jari saling berdekatan di belakang bola

Siku tetap dekat dengan badan

Kepala tegak

Pandangan tertuju pada sasaran

Lakukan dorongan ke atas mulai dari kaki, sampai kedua kaki lurus

Tangan mendorong bola ke atas

Follow through, gerakan rotasi ibu jari dari dalam ke bawah, sehingga lengan tangan sedikit menekuk, telapak tangan diputar keluar

Konsentrasi sangan penting sebelum melepas bola

Catatan: dalam bola basket sering menggunakan one handed shot, tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang bermain mini basketball akan lebih berkembang kemampuanya dengan melakukan two handed shot


Chest Pass


Berdiri dengan posisi siap siaga

Berat badan berada di kaki depan

Pandangan ke arah pemain yang akan menerima pass

Dorong bola ke arah penerima bola dan lepaskan bola dengan menjulurkan tangan dan jari-jari

Pegang bola dengan kedua tangan dan jari-jari yang terpisah (tidak melekat)

Siku ditekuk ke dalam

Untuk menerima bola, Lenturkan kedua lengan

Tunjukkan tangan sebagai tanda dan target dari pass

Buka kedua kaki selebar bahu untuk keseimbangan

Kemudian bergerak menjemput pass, melangkah menuju bola, bukan menjauhi

Pandangan tertuju pada bola, gunakan dua tangan, genggam bola dengan erat menggunakan jari-jari

Lakukan pivot menghadap ring basket


Two Handed Bounce Pass


Posisi awal dan tekniknya mirip dengan chest pass

Perbedaannya adalah bola dipantulkan ke lantai terlebih dahulu

Bola harus dalam posisi siap di depan dada

Jari-jari terpisah, ibu jari berada paling dekat dengan dada

Dorong bola ke lantai

Tangan dan jari-jari harus dijulurkan ketika bola hendak dilepas



=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Mini Basketball


Mini Basketball adalah cara pengenalan bola basket dengan cara memberikan berbagai pengalaman yang unik bagi anak-anak, dan menyiapkan jalan bagi mereka untuk terus terlibat dalam perkembangan olahraga ini di masa depan.

Kegiatan ini berlandaskan pada prinsip-prinsip pendidikan, yang memberikan kesempatan pada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan fisik, intelegensi, emosi, dan sosial.



=================Bola Basket Tulungagung===================
I just love the game of basketball so much, just play, have fun, and enjoy the game

Selamat Datang!!

Bagi Anda yang merasa lebih berhak atas nama blog ini silakan hubungi saya melalui andy_rokks@yahoo.com.